Sabtu, 27 Februari 2010

PERAN PERSIT DALAM PEMBINAAN KELUARGA PRAJURIT

Persit atau Persatuan Istri Prajurit adalah suatu organisasi yang merupakan wadah bagi istri-istri Prajurit TNI AD dalam melaksanakan kegiatan berorganisasi. Peran istri prajurit TNI AD mutlak selalu berkaitan dalam peran dan tugas yang dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI AD. Baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam kehidupan Persit diharapkan adanya keserasian, keselarasan dan keseimbangan antar anggota Persit. Untuk itu dalam setiap segi kehidupan persit harus menerapkan pedoman sifat dan watak sebagai anggota Persit. Selain itu memegang teguh asas Pancasila dan UUD 1945 sehingga terjalinnya persatuan, kesatuan, persaudaraan, kekeluargaan serta rasa senasib sepenanggungan.

Anggota Persit berasal dari berbagai macam golongan, ras, suku dan latar belakang yang berbeda. Tetapi dengan adanya hubungan persaudaraan dan kekeluargaan, perbedaan itu tidak ada karena Persit itu adalah sama satu sama lain dan yang membedakan hanya kedudukan di organisasi.

Persit mempunyai peran yang berarti dalam kehidupan keluarga prajurit. Tugas dan peran ganda sebagai anggota Persit sudah tidak dapat ditawar lagi. Baik sebagai istri, ibu bagi anak-anak, ibu bagi anggota juga sebagai anggota masyarakat di lingkungan kita. Semuanya itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan rasa tanggung jawab dan tulus ikhlas. Karena itu kearifan sebagai wanita adalah hal yang sangat berperan dalam kehidupan kita.

Sebagai istri harus selalu mendukung tugas suami dan dapat menjaga keharmonisan rumah tangga setiap waktu. Sebab keharmonisan akan tercipta dari keduanya (suami-istri) bukan hanya dari satu pihak saja. Keharmonisan kehidupan keluarga TNI AD akan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungannya.

Sebagai istri prajurit TNI AD harus selalu siap mendampingi suami dimanapun suami ditugaskan, juga harus siap ditinggal apabila suami harus bertugas di daerah operasi seperti Aceh, Ambon dan daerah operasi lainnya. Istri harus dapat menjaga nama baik keluarga, terutama nama baik suami. Harus bisa memotivasi suami, dan dapat menjadi ide kreatif untuk suami.

Tetapi sebagai istri, Persit juga berperan sebagai “Kritikus” bagi suami. Mulai dari cara berpakaiannya, cara bicaranya atau perilakunya di kantor, bahkan kita wajib membawa mereka ke jalan yang benar dari sisi agama dan perilaku secara keseluruhan. Karena suami yang sukses tidak terlepas dari peran seorang istri. Sebagai istri kita juga harus mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan suami.

Selain menjaga keharmonisan dan menjaga komunikasi yang baik dengan suami dan anggota keluarga yang lain, kita sebagai istri juga harus dapat mengatur perekonomian rumah tangga dan mengatur keuangan keluarga dengan baik, dengan membiasakan cara hidup hemat dan sederhana. Selain itu harus memiliki kemandirian, dimana hal tersebut dimiliki oleh istri prajurit yang tidak semua orang mampu melakukannya.

Sebagai ibu, bersama suami dalam mendidik putra-putri. Tetapi tugas mendidik anak-anak yang menjadi domain ibu hendaknya dijalankan dengan sebaik - baiknya. Sebab ibu mempunyai waktu yang lebih bersama anak–anak. Seorang ibu harus dapat menjaga sikap karena anak-anak akan mencontoh dan anak-anak selalu melihat pada orangtuanya.

Sebagai anggota Persit sekaligus Ibu Rumah Tangga, kita sangat berperan dalam membentuk generasi bangsa yang bertanggung jawab dan dapat dibanggakan, serta diharapkan untuk bisa menjadi teladan dan panutan bagi putra dan putrinya agar mereka bisa menjadi penerus bangsa yang siap memikul tugas bangsa di masa yang mendatang.

Selain pendidikan formal (pendidikan sekolah umum) kita juga harus memberikan pendidikan nonformal (agama, budi pekerti, kedisiplinan, akhlak juga etika) kepada anak-anak. Dengan kita memberikan pendidikan, perhatian dan kasih sayang penuh serta menanamkan agama, akhlak, etika, dan teladan kepada anak-anak maka ancaman perusak moral bangsa dapat dihindari.

Jika kita mengingat akan kodrat sebagai makhluk sosial, Tuhan telah menciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda. Perbedaan tersebut diciptakan Tuhan agar manusia yang satu dengan yang lainnya saling mengenal, saling memberi, bantu – membantu dan tolong-menolong untuk memperoleh kebaikan. Untuk itu Persit juga warga masyarakat yang harus dan dapat menyesuaikan diri dan memberi arti keberadaannya bagi masyarakat.

Sebagai istri Prajurit yang bermasyarakat, hendaknya dapat menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar, selalu berinteraksi dan berkontribusi positif dengan menunjukkan sikap,sifat, ucapan dan tindakan yang sesuai dengan sifat organisasi. Dan selalu bersikap sederhana, bertutur kata ramah, sopan dan tidak arogan serta bertindak obyektif rasional.

Selain hubungan horisontal, Persit juga di tuntut untuk menjaga hubungan vertikal yaitu dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjaga nama baik suami, menjaga kehormatan diri, keluarga dan organisasi.

Persit juga dituntut untuk mengetahui dan paham mengenai etika yang berlaku di kehidupan keluarga prajurit, baik etika dalam pergaulan sehari-hari maupun etika dalam berorganisasi. Dalam pergaulan sehari-hari, dalam berpenampilan Persit diharapkan untuk tampil wajar, sederhana, sopan dalam sikap serta dapat menjadi panutan baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Dengan mengenal lebih jauh tentang Persit, diharapkan agar anggota persit semakin mencintai organisasi ini dan berperan serta dengan menyumbangkan tenaga maupun pikiran dan kemampuannya untuk kemajuan Persit Kartika Chandra Kirana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar